• Sabtu, 3 Desember 2022

Bamsoet Dorong Produsen Otomotif Internasional Produksi Kendaraan Listrik di Indonesia

- Kamis, 14 Juli 2022 | 15:18 WIB
Bamsoet mengajak para produsen otomotif segera terjun ke pasar  kendaraan listrik (Istimewa)
Bamsoet mengajak para produsen otomotif segera terjun ke pasar kendaraan listrik (Istimewa)

DIATASRODA.COM - Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo mengajak para produsen otomotif seperti Morris Garage untuk segera terjun kedalam pasar kendaraan listrik dengan memproduksi kendaraan listrik di Indonesia. Sebagai dukungan terhadap Perpres Nomor 55 Tahun 2019 yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBL-BB) untuk Transportasi Jalan. Sekaligus membantu merealisasikan target pemerintah agar pada tahun 2030 nanti, Indonesia sudah bisa memproduksi sendiri 600 ribu unit mobil listrik serta 2,45 juta unit motor listrik.

Baca Juga: Libatkan Selebritis, Prepp Studio Bangun 100 Vespa Edisi Spesial

"Sebagai konsumen dan pecinta otomotif, saya mengapresiasi kendaraan berbahan bakar minyak yang diproduksi Morris Garage. Dari desain eksterior dan interior, maupun dari segi mesin dan teknis lainnya, tidak kalah hebat dibandingkan pabrikan otomotif lainnya. Jauh lebih bagus lagi jika Morris Garage bisa segera mengembangkan kendaraan listrik dan membuka pabrik produksinya di Indonesia.

Baca Juga: Layanan Baru MItsubishi Semakin Mempermudah Konsumennya

Selain memiliki cadangan nikel terbesar dunia, pemerintah melalui UU Cipta Kerja juga telah memberikan banyak kemudahan kepada para investor untuk membangun pabrik di Indonesia," ujar Bamsoet saat menerima order perdana 2 unit mobil MG warna Hitam dan Kuning di dealer Morris Garage, di Jakarta, Kamis 14 Juli 2022.

Baca Juga: Kendaraan Sepeda Motor Irit Dan Murah, Honda Masih Mendominasi

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, pasar kendaraan listrik di Indonesia sangat besar. Terlihat dalam grand strategi energi nasional yang disusun Kementerian ESDM, diproyeksikan pada tahun 2030 nanti jumlah kendaraan listrik di Indonesia sudah menembus 2,2 juta unit mobil listrik dan 13 juta unit motor listrik.
"Dengan asumsi nilai tukar rupiah sebesar Rp 15.000 per USD, maka potensi penghematan devisa dari penurunan impor bensin bisa mencapai 5,86 miliar USD (sekitar 87,86 triliun rupiah) pada tahun 2030 dan meningkat menjadi 82,20 miliar USD (sekitar 1.232,93 triliun rupiah) pada tahun 2050," pungkas Bamsoet. (*)

Editor: Adjat Sudradjat

Sumber: IMI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sambut Desember Toyota Gelar TAF Innova Zenix New Fest

Selasa, 29 November 2022 | 14:16 WIB

Mobil Listrik Ex KTT G20 Akan Dikembalikan ke Produsen

Kamis, 24 November 2022 | 15:31 WIB
X